Metal Gear Solid V: The Phantom Pain bukanlah seri Metal Gear yang selama ini Anda kenal.
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Metal Gear Solid sebagai
sebuah franchise? Maka sebagian besar dari kita yang sempat jatuh hati
dengan pesona seri-seri sebelumnya akan langsung mengarah pada dua hal
utama: jalan cerita yang linear dan tentu saja, potongan adegan
sinematik yang bahkan bisa disejajarkan dengan film Hollywood sekalipun.
Untuk yang terakhir ini, terlepas dari lelucon yang muncul, selalu
menjadi esensi dari Metal Gear Solid itu sendiri. Scene yang disampaikan
panjang, berbelit, dan penuh istilah kompleks yang didesain untuk
menjelaskan timeline dan latar belakang sebuah timeline cerita yang
butuh waktu lama untuk dimengerti. Namun Kojima memutuskan untuk
membuang semua nilai jual tersebut dan menawarkan sesuatu yang berbeda
di MGS V: The Phantom Pain.
Snake kini terlempar di sebuah game yang lebih menonjolkan aspek
open-world dari sisinya sebagai game action. Bertempat di Afghanistan
dan Afrika, Snake diberikan keleluasaan untuk bergerak di setting yang
dibangun dengan atmosfer yang luar biasa tersebut. Maka seperti konsep
utama yang mereka perkenalkan via Ground Zeroes, cerita tidak lagi
dibangun dalam sekuens yang disodorkan kepada gamer begitu saja.
Progress cerita meluncur dari pilihan misi yang begitu banyak. Ada dua
jenis misi – Main Mission untuk mendapatkan progress cerita dan Side
Mission yang bersifat sekedar sebagai misi sampingan. Keduanya terkadang
saling berhubungan satu sama lain di beberapa titik untuk menjalin satu
garis cerita yang lebih erat.
Sistemnya kini lebih sederhana. Anda memilih misi dari list yang ada
dan helikopter akan menerjunkan Anda secara langsung ke titik terdekat. Anda diberi kebebasan untuk memilih metode penyelesaiian misi Anda sendiri. Stealth? Perang terbuka? Atau Anda cukup gila untuk membawa Tank dan sekedar menembak membabi-buta?
Maka sistemnya menyederhana di sini. Yang perlu Anda lakukan hanyalah
memilih satu dari misi yang ada, Main ataupun Side Mission, dan Snake
akan langsung diterjunkan di sana. Di sinilah, MGS V: The Phantom Pain
memperlihatkan tajinya sebagai salah satu game action stealth terbaik
yang pernah ada. Anda punya kebebasan yang hampir mutlak untuk
menyelesaikan setiap misi yang ada, menggunakan cara apapun yang bisa
Anda pikirkan. Apakah Anda lebih tertarik untuk maju secara terbuka,
menggunakan machine gun dan armor yang lebih kuat? Atau Anda lebih
senang dengan gaya stealth yang minim resiko, namun butuh perencanaan
lebih matang untuk dieksekusi? MGS V: TPP membuka pintunya lebar-lebar,
bagi kita – gamer, untuk menentukan metode seperti apa yang kita
butuhkan. Metode yang bisa berakhir dengan mayat bergelimpangan
dimana-mana dan tubuh Snake Anda penuh darah, atau justru begitu tenang
tanpa harus berhadapan dengan kematian sama sekali. Anda juga bisa
menggunakan senjata atau bahkan tangan kosong belaka untuk
“membersihkan” sebuah area. Snake juga akan kembali diperkuat Reflex
Mode – mode yang akan melambatkan waktu untuk memberikan Anda waktu
berpikir dan beraksi, setiap kali musuh tahu keberadaan Anda.
Kebebasan metode penyelesaian misi ini benar-benar akan menuntut Anda
kreatif. Anda mulai harus memikirkan dan menimbang elemen apa saja yang
bisa dimanipulasi untuk keuntungan misi Anda, jika Anda termasuk gamer
yang menolak hadir dan menembak membabi buta ala game action pada
umumnya. Contoh? Ketika misi meminta Anda untuk membawa tawanan pergi
dari area yang ada, sementara prajurit lawan yang melakukan patroli
begitu ramai. Anda bisa memutus jalur komunikasi dan listrik mereka
untuk ekstra keamanan, sembari menginterogasi setiap prajurit yang
berhasil Anda sandera untuk mendapatkan posisi pasti sang tawanan. ATAU
Anda bisa meletakkan C4 di gardu listrik mereka sekedar untuk persiapan.
Begitu Anda mendapatkan tawanan yang menjadi target misi Anda, Anda
baru meledakkan C4 tersebut, tidak hanya untuk mematikan listrik, tapi
juga menarik perhatian sebagian besar para penjaga yang akan langsung
memeriksanya. Hasilnya? Jalan keluar Anda ke helikopter penjemput akan
luang seketika.
“Seribu satu cara menuju ke Roma”, ungkapan ini pantas untuk mendeksripsikan gaya permainan di MGS V: The Phantom Pain.
Atau contoh lain, apa yang bisa Anda lakukan jika misi Anda adalah
menghentikan dan membersihkan satu kendaraan berat dan dua buah tank
yang tengah bergerak, ketika Anda hanya boleh menggunakan Bionic Arm
Anda di misi tersebut? Di outpost dengan lebih dari belasan penjaga
tersebut, hanya terlihat dua orang penjaga saja yang membawa Rocket
Launcher, yang bahkan tidak cukup kuat untuk menghancurkan sebuah tank,
dan mustahil untuk digunakan di tiga buah kendaraan berat yang bergerak
cepat. Menggunakan mortar? Tinggal tunggu waktu hingga meriam tank
menghancurkan tubuh Anda berkeping-keping dengan akurasi tinggi ketika
mereka menemukan posisi Anda. Menggunakan machine gun? Bahkan jauh lebih
tidak berguna. Maka otak Anda pun akan berpikir keras mencari cara
solusi seperti apa yang bisa ditempuh di kondisi seperti ini. Tahu apa
yang kami lakukan hingga misi ini berhasil? Membuat pingsan satu
prajurit, mengangkat dan membawanya ke tengah jalan arah lalu tiga
kendaraan berat ini, dan memaksa mereka berhenti untuk memeriksa. Dan
ketika konvoi ini berhenti total? BAM! 2 buah C4 untuk masing-masing
kendaraan, dan VOILA! Sedikit kerja keras otak berkontribusi pada misi
yang satu ini.
Beda dengan seri sebelumnya yang memungkinkan Anda membawa sebanyak
mungkin senjata / item dan kemudian beradaptasi secara langsung, MGS V
membatasi hal tersebut. Tangan bionic Anda juga punya beberapa fungsi unik.
Berbeda dengan seri-seri MGS sebelumnya juga, Snake kini hanya bisa
membawa senjata dan equipment yang sangat terbatas. Tidak ada lagi hak
istimewa untuk langsung mencari equipment yang dibutuhkan dari lusinan
yang Anda bawa sekaligus untuk beradaptasi dengan serangkaian situasi
yang muncul. Snake hanya bisa membawa 2 senjata Primary Weapons (senjata
berat) dan 2 senjata Secondary Weapons (pistol dan Bionic Arms), dan
sekitar 8 jenis item dan equipment untuk membantu misi Anda. Lantas,
bagaimana jika Anda tiba-tiba sadar bahwa senjata Anda tidak akan cocok
untuk menyelesaikan tantangan level yang tengah Anda hadapi? Maka Anda
selalu bisa meminta Mother Base untuk mengirimkan ekstra senjata yang
berbeda atau sekedar tambahan ammo ke dalam level yang tengah Anda
jalani. Namun perlu diingat, setiap kali Anda memanggil lebih banyak
supply atau senjata dan mempersiapkan begitu banyak item / equipment di
dalam misi, Anda juga harus berkorban lebih banyak GMP – mata uang di
dalam MGS V: The Phantom Pain ini.
Snake tidak akan menjalani semua misi sendirian. Ada buddy yang bisa dibawa dengan fungsi uniknya masing-masing.
Kerennya lagi? Semakin sering Anda membawa Buddy tertentu, semakin
tinggi pula nilai kedekatan Anda yang pada akhirnya – akan membuka
command keren tertentu. Seperti D-Dog yang bisa Anda suruh untuk
melumpuhkan musuh.
Berita baiknya? Snake tidak sendiri ketika menjalankan misi-misi ini.
MGS V: TPP memperkenalkan “Buddy System” dimana satu dari empat
karakter yang bisa Anda rekrut atau Anda lewatkan (yang sudah pasti
berakhir dengan penyesalan) bisa membantu Snake dalam setiap misi yang
ada. Ada D-Horse, kuda pemberani untuk aktivitas lebih mobile dan
kotoran “sakti” yang mampu membuat mobil tergelincir. Ada D-Dog, seekor
serigala / anjing yang jika dibawa ke medan pertempuran, akan secara
otomatis memberi tahu Anda soal posisi musuh, target misi, hingga
resource yang bisa dikumpulkan. Ada D-Walker, sebuah robot humanoid yang
bisa Anda kendali dengan tingkat kustomisasi senjata yang bisa
disesuaikan dengan apa yang Anda butuhkan. Dan ada Quiet, sang Buddy
yang tampaknya berhak untuk mendapatkan satu porsi pembahasan tersendiri
di sesi review JagatPlay kali ini. Kerennya lagi? Semakin sering Anda
menggunakan satu buddy tertentu, semakin tinggi nilai hubungan Anda,
semakin banyak aksi juga yang bisa Anda minta mereka lakukan.
Anda yang mudah terasa tertantang akan menghabiskan banyak waktu dengan game ini, itu yang pasti.
Maka game ini akan meminta Anda berangkat dari satu misi ke misi
lainnya, menyelesaikannya, dan berhadapan dengan lebih banyak misi yang
menunggu dan cerita yang akhirnya bisa bergerak sedikit lebih maju.
Membosankan? Sebagai salah satu gamer yang cukup benci dengan gameplay
yang repetitif, variasi yang ia tawarkan cukup kaya di awal-awal
permainan dengan desain yang pantas untuk diacungi jempol. Bahkan untuk
Anda yang merasa sensitif dengan rasa monoton yang mungkin timbul,
keinginan Anda untuk mencapai hasil sempurna juga akan tidak akan
membuat Anda berkeberatan untuk terus mengulang misi yang sama.
Sementara dari tingkat kesulitan akan sangat relatif pada metode yang
Anda pilih.
Mother Base – Meta Game yang Luar Biasa!
Selamat datang di Mother Base!
Jika semua aktivitas di misi utama dan sampingan Anda masih belum
cukup untuk Anda, tenang saja, karena MGS V: The Phantom Pain kini
memungkinkan Snake untuk membangun Mother Base kembali, yang tidak
seperti di Peace Walker hanya berupa kata-kata dan data, ia menjadi
sebuah tempat yang bisa Anda kunjungi dan bahkan menjadi setting untuk
beragam cut-scene penting yang ada. Ia menjadi bagian yang esensial
untuk cerita dan gameplay, sekaligus menjamin seberapa besar kesempatan
Snake untuk bertahan dari setiap rintangan yang ada.
Mother Base akan memungkinkan Anda menggunakan senjata yang lebih canggih, efektif, hingga mematikan. Tidak hanya untuk Anda, tetapi juga Buddy Anda.
Fungsi utama Mother Base yang berperan langsung pada gameplay adalah
fakta bahwa ia merupakan sumber dari puluhan jenis senjata, armor, dan
item yang bisa Anda bawa ke dalam pertempuran. Begitu R&D Platform
sudah terbentuk sesuai dengan progress cerita, Anda mulai bisa melakukan
ekstra penelian dan membuka lebih banyak varian equipment yang bisa
Anda bawa ke dalam pertempuran. Anda butuh baju yang lebih cocok untuk
melakukan proses infiltrasi? Atau senjata tidur yang lebih bisa
diandalkan ketika jarak jauh? Atau Quiet butuh sniper yang mampu
menghasilkan damage katastropik dengan lebih cepat? Semuanya dilakukan
via Mother Base. Mother Base juga bisa dimaksimalkan untuk mengirimkan
senjata, supply ammo, kendaraan, hingga pergantian buddy di dalam misi,
jika Anda butuhkan. Semuanya dilakukan via menu di dalam iDroid yang
dibawa Big Boss.
Tentu saja, Anda selalu punya kesempatan untuk memperbesar Mother
Base. Setiap platform yang Anda bangun: Command, R&D, Base
Development, Support, Intel, Medical, Animal Conservation, dan
Quarantine Zone punya fungsi masing-masing. Support, misalnya, menjamin
bahwa barang yang ingin Anda kirim dan terima dari misi berakhir utuh,
bahkan ketika cuaca tengah buruk sekalipun. Sementara Base Development,
menjamin siklus resource yang lebih konsisten. Untuk membangun setiap
platform, Anda butuh mengeluarkan sejumlah GMP dan memiliki resource
memadai seperti yang diminta di dalam syarat. Masing-masing platform
juga bisa mengalami kenaikan level, yang jika semakin tinggi, akan
memperbesar kesempatan Anda untuk menciptakan senjata, equipment, atau
item yang lebih kuat dan luar biasa.
Anda bisa terus memperbesar, memperluas, dan meningkatkan level setiap
platform Mother Base yang menawarkan fungsi spesifik yang berbeda-beda. Saatnya “menculik” sebanyak mungkin aset musuh dengan menggunakan Fulton!
Kehadiran Mother Base sendiri mengubah cara MGS V: The Phantom Pain
bekerja, terutama jika dibandingkan dengan Ground Zeroes. Dengan
platform yang semakin bertambah, Anda juga harus memastikan bahwa
Diamond Dogs – pasukan yang Anda pimpin memang memiliki resource otak
yang cukup untuk memastikan Mother Base berjalan secara optimal. Anda
didorong untuk merekrut lebih banyak orang, mencari talenta-talenta
khusus yang mampu menawarkan sesuatu yang baru, dan tentu saja – membuat
Mother Base semakin besar, kuat, dan ramai. Solusinya? Satu kata yang
absurd namun efektif – Fulton!
Ada sebuah motivasi ekstra untuk melumpukan para musuh yang Anda
temui secara non-lethal, yakni kesempatan untuk merekrut mereka menjadi
bagian dari pasukan Diamond Dogs Anda. Yang Anda perlukan hanya memasang
Fulton secara instan – sebuah balon udara yang berfungsi sebagai
penanda target jemputan untuk pesawat seperti yang sempat diperlihatkan
di The Dark Knight – untuk membawa para pasukan ini “pulang”.
Anda bisa memeriksa status para prajurit musuh ini terlebih dahulu
sebelum memutuskan apakah mereka pantas untuk diculik atau tidak. Atau Anda bisa menggunakannya untuk mencuri resource dan mengumpulkan binatang yang Anda temukan. Selamat datang di kebun binatang pribadi Anda!
Dengan menggunakan INT Scope, Anda bisa menganalisa kekuatan dan
kelemahan setiap pasukan musuh ini. Maka Anda akan menemukan kualitas di
bidang tertentu yang dipresentasikan dengan huruf “S+ – E”, dimana “S+”
masuk dalam kategori prajurit terbaik sementara “E” adalah prajurit
dengan skill di bawah standar. Setiap pasukan yang Anda rekrut bisa
ditugaskan untuk masuk ke dalam platform tertentu dalam Mother Base,
menaikkan level mereka yang berujung pada tersedianya dan lebih
maksimalnya layanan setiap divisi. Berita baiknya? Ketika Fulton Anda
berada di level lebih tinggi, Anda juga bisa memasang Fulton ini untuk
menangkap kendaraan berat seperti Tank dan kontainer berisi resources.
Atau Anda lebih tertarik untuk memastikan kebun binatang pribadi Anda
ramai? Jangan lupa gunakan Fulton untuk setiap binatang eksotis yang
Anda temukan!
Menariknya lagi, jika Anda memiliki koneksi internet dan terhubung
secara online, Anda bisa melakukan invasi ke Mother Base milik player
lain. Anda bisa “mengunjungi” markas mereka dan membuat sedikit
kekacauan. Setiap infiltrasi terhadap FOB user lain ini punya satu misi
yang sama, mencapai puncak tower tertinggi dan masuk ke dalam salah satu
area dengan kondisi pasukan target infiltrasi tidak sedang berada dalam
“Alert” atau bahkan menyerang Anda. Selama proses tersebut, Anda bisa
“menculik” pasukan dan resource yang Anda temui untuk dibawa pulang ke
Mother Base Anda. Terdengar sederhana? Tunggu dulu, ini adalah perang
terbuka yang juga harus disikapi dengan otak yang berjalan.
Menariknya lagi? Anda juga bisa menginvasi Mother Base milik player lain jika terhubung secara online.
Anda dihitung berhasil jika mencapai puncak menara tertinggi di
platform yang Anda pilih. Tentu saja, Anda harus berhati-hati dengan
sistem penjagaan dan jebakan yang sudah dipersiapkan user lain. Menang? Kalah? Tenang, ada sistem reward dan punishment lewat jumlah GMP dan Resource yang ada.
Setiap kali Anda ketahuan, terlepas dari berhasilnya misi infiltrasi
atau tidak, usernama Anda akan langsung ketahuan oleh korban pemilik
Mother Base yang Anda invasi! Hasilnya? Mereka bisa langsung melakukan
balas dendam dan melakukan infiltrasi dengan damage yang bahkan lebih
besar. Namun bukan berarti masing-masing pihak tidak bisa “membela
diri”. Anda bisa melakukan research lebih dalam untuk memperkuat pasukan
di dalam Mother Base Anda dengan senjata dan armor yang lebih kuat,
sekaligus memasang beragam perangkap dan sistem pertahanan yang lebih
solid untuk mencegah user lain berhasil. Anda bisa memasang drone
keamanan dengan kamera, atau ranjau, atau bahkan mencegah proses
pencurian ini sendiri jika kebetulan Anda sedang online. Anda bisa
langsung bertemu dan berperang dengan siapapun yang “iseng”
mengotak-ngatik Mother Base Anda.
Meta game yang satu ini akan membuat Anda ketagihan dan terus sibuk!
Setiap kemenangan akan menghadiahi Anda dengan segudang resource yang
harus diakui, tak mudah dikumpulkan jika hanya memainkan game ini di
dalam mode single player saja. Sementara setiap kekalahan dan kegagalan
juga harus dibayar dengan segudang resource dan GMP yang mau tidak mau,
harus rela berpindah ke tangan untuk para pemilik Mother Base yang
berhasil mempertahankan asetnya. Meta game Mother Base dan infiltrasi
online FOB ini memberikan MGS V: TPP nilai jual yang semakin kuat.
0 komentar:
Posting Komentar